Deskripsi
Judul:
Kontemplasi Akhir Tahun 2025
Sub-judul:
(menutup dengan sadar, memulai dengan niat baru)
Tanggal dan Jam Acara:
16 Desember 2025, pukul 18:30 WIB
Lokasi Sesi:
Taman Asmukita, Timoho, Yogyakarta (Google Map Klik Di sini)
Pembicara:
- Diwien Hartono
Certified TAT Practicioner (hadir secara daring)
Mengakhiri tahun selalu membawa suasana yang berbeda. Di tengah aktivitas sehari-hari yang sering membuat kita berlari tanpa henti, ada kebutuhan untuk berhenti sejenak, menarik napas lebih dalam, dan menengok perjalanan yang sudah kita jalani sepanjang 2025. Banyak hal yang terjadi—ada yang sederhana, ada yang mengubah arah hidup, ada yang masih menyisakan tanda tanya. Semua layak diberi ruang.
Di MyndfulAct, momen akhir tahun selalu terasa penting. Minggu lalu, sesi daring “Kontemplasi Akhir Tahun 2025: dalam format Healing Group TAT yang rutin diadakan via zoom berlangsung dengan penuh kehangatan. Banyak peserta merasa lega setelah diberi ruang aman untuk merasakan kembali apa yang mereka alami, mengunjungi kembali perasaan yang tertahan, dan menaruh niat baru untuk hari-hari berikutnya.
Maka bulan ini, Komunitas MyndfulAct Jogja menyelenggarakan sesi khusus bersama Mba Diwien Hartono dalam format hybrid: peserta berkumpul secara luring di Yogyakarta, sementara Mba Diwien memandu prosesnya secara daring.
Di pertemuan ini, kita diajak memberi jeda bagi diri sendiri. Tahun hampir berganti, dan sebelum melangkah ke depan, bersama kita akan mencoba menyadari apa saja yang telah terjadi tanpa penyesalan berlebihan dan tanpa menyangkal apa pun yang pernah muncul.
Kita akan duduk bersama untuk memperhatikan:
- Hal-hal apa yang ingin kita tinggalkan, dan
- Hal-hal apa yang ingin kita bawa dengan lebih sadar ke tahun depan.
Setelah itu, menanam niat baru, tentang arah hidup yang ingin kita bangun, kualitas diri yang ingin tumbuh, dan apa yang mungkin masih menghalangi perjalanan menuju versi diri yang lebih utuh. Empat pilar hidup (relasi, kesehatan, keuangan, dan kesejahteraan) akan menjadi penanda yang membantu kita melihat kehidupan dengan lebih jernih dan apa adanya.
Di sini pula, kita belajar kembali pada metafora paling sederhana: pohon dan akar. Seperti yang disampaikan Mba Diwien Hartono… bahwa semakin tua pohon, semakin ia menjulang, dan semakin dalam serta melebar akarnya—ke bawah, juga ke samping. Yang rapuh bukan pada ranting atau daun, melainkan pada akar yang tak lagi kuat memberi makan. Refleksi ini mengingatkan kita untuk kembali merawat akar-akar diri: keyakinan lama yang perlu dilepas, kebiasaan yang ingin diperkuat, kebutuhan batin yang butuh didengarkan.
Dipandu menggunakan metode TAT (Tapas Acupressure Technique), peserta diajak untuk berlatih mindfulness secara alami: hadir pada diri sendiri, mendengarkan apa yang dibutuhkan batin, dan perlahan menjadi arsitek kebahagiaan bagi diri sendiri. Kuota peserta terbatas. Sesi ini ditujukan hanya untuk teman-teman yang serius ingin hadir dengan niat baik, membuka diri, dan menutup tahun dengan hati yang lebih lembut dan terhubung dengan diri sepenuhnya.

Sabrina Septyana
Terimakasih KEKH telah menghadirkan acara yang bermanfaat dan memberkati.