Sold out

[KEKH] Kedamaian Diri Menuju Kedamaian Kolektif

Rp0

Out of stock

Deskripsi

Judul Kegiatan:

Kedamaian Diri Menuju Kedamaian Kolektif

Garis Besar Acara:

Sharing session dan meditasi 

Tanggal dan Jam Acara:

Rabu, 21 January 2026, pukul 19:00 WIB

Pembicara:

  • Gelong Ugyen Pema Lundup

Lokasi Acara:

Jogja Village Inn, Yogyakarta

Fee:

Donasi seikhlasnya untuk gerakan Difabel Zone Indonesia

 

Difabel Zone adalah ruang kerja inklusif berbasis batik yang berdiri sejak 2017 di Pandak, Bantul. Inisiatif ini menghadirkan kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas dengan pendekatan yang menekankan kemandirian, kepercayaan, dan profesionalisme. Melalui sistem kerja yang fleksibel dan berorientasi pada kualitas, Difabel Zone memproduksi batik tulis serta berbagai produk turunannya, sekaligus membangun ekosistem kerja yang menghormati martabat setiap individu.
https://www.instagram.com/difabelzone.id?igsh=MjBtdmtud2YxNm9z 

Dusun Bajang, Kalurahan Wijirejo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta

 

Dalam beberapa waktu terakhir, percakapan global mengenai Walk for Peace, yang tengah menjadi perhatian dan viral di berbagai belahan dunia, menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya perdamaian yang berakar dari kedamaian batin individu. Walk for Peace sendiri merupakan sebuah perjalanan sepanjang sekitar 2.300 mil dari Fort Worth, Texas menuju Washington, D.C., yang dilakukan melalui praktik berjalan secara sadar (mindful walking) untuk menyuarakan perdamaian, persatuan, dan welas asih. 

Perjalanan ini dijalani oleh beberapa orang biksu bersama Aloka, seekor anjing yang turut berjalan sebagai simbol kesetiaan dan cinta kasih, menegaskan bahwa perdamaian dunia berawal dari langkah dan kesadaran personal setiap individu. Gerakan ini mengingatkan bahwa perdamaian tidak semata dimaknai sebagai absennya konflik, melainkan sebagai kualitas batin yang hadir melalui kesadaran, welas asih, dan kehadiran penuh dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Di tengah dinamika dunia yang semakin tidak menentu (ditandai oleh ketegangan global, meningkatnya rasa cemas, serta tekanan hidup modern), manusia kerap merasakan kegelisahan yang tidak selalu terlihat, namun nyata dirasakan. Dalam ajaran Buddhisme, kondisi ini dipahami sebagai bagian dari dukkha, yaitu ketidakpuasan dan penderitaan yang muncul ketika batin dikuasai oleh ketakutan, kemelekatan, dan reaksi yang tidak disadari. Buddhisme mengajarkan bahwa perdamaian dunia tidak mungkin terwujud tanpa terlebih dahulu menumbuhkan kedamaian batin di level individu, karena cara manusia berpikir, merasa, dan bertindak selalu berakar dari kondisi batinnya. Ketika batin dipenuhi kemarahan, ketakutan, atau keserakahan, maka konflik, baik dalam skala personal maupun kolektif, menjadi tak terelakkan.

MyndfulAct, sebagai ekosistem yang memperkenalkan praktik hidup berkesadaran (mindfulness) melalui pendekatan kreatif dan inklusif, memandang momentum ini sebagai ruang refleksi yang relevan bagi masyarakat Indonesia. Terlebih, di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global, termasuk kekhawatiran publik internasional atas konflik dan rencana agresi di berbagai wilayah seperti di Venezuela maupun wacana pengambilalihan kawasan Greenland oleh Amerika Serikat, isu perdamaian kembali terasa dekat dan personal, bukan sekadar wacana yang jauh di ranah politik. Di tengah keberagaman latar belakang dan tantangan sosial yang ada, diperlukan ruang latihan untuk bersama kita dapat belajar untuk berhenti sejenak, kembali ke dalam diri, dan menyadari keterhubungan antara kondisi batin personal dengan kualitas relasi sosial kita.

Melalui kegiatan bertajuk “Kedamaian Diri Menuju Kedamaian Kolektif” ini, MyndfulAct mengajak peserta untuk memahami bahwa perubahan sosial yang berkelanjutan selalu berawal dari kerja batin individu. Dengan menghadirkan sesi berbagi reflektif dan meditasi bersama Gelong Ugyen Pema Lundup yang juga merupakan seorang biksu ini, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang jeda dan kontemplasi yang positif. Tempat menumbuhkan kesadaran dan welas asih yang dapat dibawa kembali ke kehidupan sehari-hari, sebagai kontribusi nyata bagi terciptanya kedamaian bersama.

Ulasan (7)

  1. Saramita

    ingin ikut bergabung dan mempelajari

  2. Linda ochy

    Ingin sekali bergabung

  3. Tenny Avilla

    Saya suka acara semacam ini membuat jiwa terasa penuh

  4. Hoo Nicholas Hendrawan

    Let’s learn

  5. Dita Pradnya Paramita

    Pingin Hidup Damai dan Tenang, Menurunkan kecemasan, Overthinking dan Insecure di Kantor.
    Tertarik Sekali Ingin Mengikuti Acara Ini. Semoga Bermanfaat Untuk Saya Dan Juga Teman-Teman Yang Mengikutinya. Aamiin.

  6. ratnanningsih

    tertarik dan ingin ikut acara ini..salah satunya sebagai saranaa bagi pertumbuhan jiwa💖

  7. Arsa MS. Hadi Arsa

    jumpa lagi sama MyndfulAct bikin hidup awet muda,,dengan senang hati aku ajak tmn2 baru utk turut bergabung ,, sampai jumpa ,, terima kasih

Add a review

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *