[Interactive Talks] Unveiling Borobudur 4
Tentang Kelas Ini
Teman MyndfulAct yang berminat mengikuti acara ini, jangan lupa sign-in terlebih dahulu.
Catatan :
- Link ini akan dibuka pada 15 menit sebelum dimulai. Mohon hadir tepat waktu ya teman2
- Jika sudah mendekati waktunya silahkan bisa klik mulai kelas
- Untuk password masuk zoom adalah MYNDFULACT
“Why This Land, Why This Life”
Recognizing the living wisdom of Nusantara within
Bersama :
- Hendrick Tanuwidjaja
Penulis buku “The Soul of Borobudur, Filosofi Mandala Chakrawattin” - Ketut Sandika
Founder of Tantra Sastra Nusantara - Ari WAW
Psycosomatist & Transpersonal Therapist
Jumat, 24 April 2026, pukul 19:30 WIB
Di tengah kehidupan modern yang bergerak semakin cepat, manusia sering kali menjalani hidup tanpa benar-benar hadir di dalamnya. Tubuh terus bergerak, pikiran terus bekerja, namun ada jarak yang perlahan terbentuk—antara diri dan kehidupan yang dijalani. Rutinitas berjalan, pencapaian dikejar, namun tidak selalu diiringi dengan pemahaman yang utuh tentang apa yang sebenarnya sedang kita jalani.
Dalam kondisi ini, pencarian makna sering kali diarahkan ke luar. Kita mencari jawaban di tempat lain—melalui berbagai pengalaman, pencapaian, maupun pengakuan—tanpa menyadari bahwa sebagian dari kebijaksanaan tersebut sebenarnya telah hidup dekat dengan kita: di tanah tempat kita berpijak, dalam budaya yang membentuk kita, serta dalam tubuh yang kita huni setiap hari.
Di saat yang bersamaan, dunia juga sedang menghadapi dinamika yang tidak sederhana. Konflik antarnegara, ketegangan sosial, hingga polarisasi di berbagai belahan dunia menunjukkan bahwa perdamaian bukanlah sesuatu yang bisa dianggap selesai. Di tengah arus informasi yang cepat dan sering kali penuh dengan ketegangan, manusia tidak hanya menyaksikan konflik di luar dirinya, tetapi juga merasakannya secara tidak langsung di dalam—melalui kecemasan, ketidakpastian, dan rasa terputus.
Dalam konteks ini, pertanyaan tentang perdamaian menjadi semakin relevan. Namun, perdamaian tidak hanya berbicara tentang kondisi dunia, melainkan juga tentang kondisi batin manusia itu sendiri. Bagaimana mungkin harmoni tercipta di luar, jika di dalam diri masih terdapat kegelisahan yang tidak dipahami? Bagaimana kita dapat membangun keterhubungan dengan dunia, jika kita sendiri belum sepenuhnya terhubung dengan diri kita?
Sebagai warisan peradaban, Candi Borobudur hadir bukan hanya sebagai situs sejarah atau destinasi spiritual, tetapi sebagai simbol perjalanan batin manusia yang bersifat universal. Struktur mandala Borobudur merepresentasikan perjalanan dari ketidaksadaran menuju kesadaran, dari keterikatan menuju kebebasan, serta dari keterpisahan menuju keterhubungan.
Nilai-nilai ini tidak terbatas pada satu tradisi tertentu, melainkan hadir dalam berbagai pendekatan—baik dalam praktik mindfulness, ajaran Tantra Nusantara, maupun pemahaman tubuh modern. Semua mengarah pada satu hal yang sama: bagaimana manusia dapat kembali mengenali dirinya secara utuh.
Melalui sesi ini, MyndfulAct mengajak peserta untuk tidak hanya melihat Borobudur sebagai sesuatu yang berada di luar, tetapi sebagai cermin untuk memahami perjalanan di dalam diri.
Mengusung tema “Why This Land, Why This Life”, sesi ini menjadi ruang refleksi untuk memantik pertanyaan:
- Mengapa kita hidup di tanah ini?
- Apa yang sebenarnya sedang kita jalani dalam hidup ini?
- Dan bagaimana kita dapat menemukan kembali keterhubungan—dengan diri, dengan asal-usul, dan dengan kehidupan itu sendiri?
Di tengah dunia yang terus bergerak dan tidak selalu pasti, mungkin yang paling mendasar bukanlah mencari jawaban yang pasti, tetapi menciptakan ruang untuk kembali mendengarkan.
Sesi ini juga merupakan bagian dari rangkaian menuju perjalanan Unveiling Borobudur 2026, yang akan berlangsung pada momen Waisak—sebuah waktu yang secara simbolis mengingatkan manusia pada kemungkinan akan kesadaran, kebijaksanaan, dan perdamaian, baik di dalam diri maupun dalam kehidupan yang lebih luas