[Interactive Talks] Laisa Kamislihi Syai’un: Refleksi Mindfulness dan Nilai Ketuhanan
Tentang Kelas Ini
Teman MyndfulAct yang berminat mengikuti acara ini, jangan lupa sign-in terlebih dahulu.
Catatan :
- Link ini akan dibuka pada 15 menit sebelum dimulai. Mohon hadir tepat waktu ya teman2
- Jika sudah mendekati waktunya silahkan bisa klik mulai kelas
- Untuk password masuk zoom adalah MYNDFULACT
“Laisa Kamislihi Syai’un: Refleksi Mindfulness dan Nilai Ketuhanan“
refleksi batin dan kasih sayang menjelang bulan suci
Bersama Diwien Hartono – Certified TAT Practicioner
Rabu, 11 Febuari 2026, pukul 19:00 WIB
Bulan Februari kerap dikenal sebagai bulan kasih sayang. Di berbagai ruang, cinta dirayakan dalam bentuk relasi, perhatian, dan kelekatan antarmanusia. Namun, tidak jarang pula cinta menjadi sumber kegelisahan—ketika ia dipenuhi tuntutan, perbandingan, dan harapan yang berlebihan.
Menariknya, pada tahun 2026, Februari juga menjadi gerbang menuju bulan suci Ramadhan, yang akan dimulai pada 19 Februari 2026. Sebuah momen peralihan yang mengajak kita bergerak dari cinta yang hiruk-pikuk menuju cinta yang lebih hening; dari keterikatan menuju kesadaran; dari kelekatan duniawi menuju relasi yang lebih jujur dengan Tuhan dan diri sendiri.
Dalam konteks inilah, ayat “Laisa kamislihi syai’un” (QS. Asy-Syura: 11) menemukan relevansinya. Ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Allah—sebuah poros tauhid yang menenangkan, sekaligus membebaskan. Ketika kita menyadari bahwa hanya Allah yang bersifat mutlak, cinta manusia tidak lagi dibebani tuntutan untuk sempurna, dan kehidupan tidak lagi harus dikendalikan sepenuhnya.
Melalui perspektif mindfulness dan spiritualitas Islam, ayat ini mengajak kita untuk mencintai dengan lebih sadar: hadir tanpa melekat, peduli tanpa menguasai, dan berserah tanpa kehilangan daya.
Menjelang Ramadhan—bulan penyucian niat dan pendalaman relasi dengan Sang Maha Esa—sesi ini seakan menjadi ruang jeda yang berkesadaran. Sebuah undangan untuk merapikan batin, menenangkan hati, dan menyiapkan diri menyambut bulan suci dengan kesadaran yang lebih utuh.
Dipandu oleh Mba Diwien Hartono, sesi ini akan menghadirkan dialog reflektif serta pengenalan praktik TAT (Tapas Acupressure Technique) sebagai sarana untuk menurunkan ketegangan emosional, memperhalus rasa, dan kembali hadir pada diri sendiri—sebagai bentuk cinta yang paling mendasar sebelum melangkah ke Ramadhan.
Tambahan informasi:
Sebagai catatan kontekstual, tim MyndfulAct sebelumnya melakukan penelusuran berbasis search engine optimization (SEO) dan menemukan bahwa frasa “Laisa kamislihi syai’un” termasuk salah satu kalimat yang cukup sering dicari oleh publik di mesin pencari. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan kolektif untuk memahami makna keesaan, ketakterbandingan, dan relasi manusia dengan Yang Ilahi—terutama di tengah hiruk-pikuk narasi cinta, identitas, dan pencarian makna di ruang digital.
Kurikulum
Laisa Kamislihi Syai’un: Refleksi Mindfulness dan Nilai Ketuhanan
Laisa Kamislihi Syai’un: Refleksi Mindfulness dan Nilai Ketuhanan
Praktisi Anda
Diwien Hartono
Praktisi Kesehatan Holistik. Certified TAT Trainer. Zen Counselor. JSJ Certified Practitioner.
Diwien Hartono adalah seorang praktisi penyembuhan holistik yang telah menekuni bidang ini dengan penuh dedikasi selama hampir 15 tahun. Dalam perjalanan profesionalnya, ia telah mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang berbagai metode penyembuhan seperti akupresur, aromaterapi dan meditasi.
Diwien percaya bahwa kesehatan sejati melibatkan keseimbangan yang holistik antara tubuh, batin, energi dan jiwa. Oleh karena itu, pendekatannya terhadap setiap klien tidak hanya berpusat pada gejala fisik, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek emosional, mental, dan spiritual.