[Interactive Talks] Di Luar Radar: What Travel Teaches Us About Ourselves
Tentang Kelas Ini
Teman MyndfulAct yang berminat mengikuti acara ini, jangan lupa sign-in terlebih dahulu.
Catatan :
- Link ini akan dibuka pada 15 menit sebelum dimulai. Mohon hadir tepat waktu ya teman2
- Jika sudah mendekati waktunya silahkan bisa klik mulai kelas
- Untuk password masuk zoom adalah MYNDFULACT
Di Luar Radar: What Travel Teaches Us About Ourselves
Bersama : Trinity Traveler
Penulis Buku “Di Luar Radar”
Selasa, 23 Juni 2026, pukul 20:00 WIB
Tentang Trinity:
Selama hampir dua dekade, Trinity dikenal sebagai salah satu travel writer paling berpengaruh di Indonesia melalui serial The Naked Traveler. Lewat gaya bercerita yang jujur, lugas, dan penuh rasa ingin tahu, Trinity telah membawa pembacanya menjelajahi berbagai sudut dunia dan berjumpa dengan beragam manusia serta cara hidup.
Melalui buku terbarunya, Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon, Trinity menghadirkan sisi yang lebih reflektif dan personal. Ia mengajak pembaca memasuki ruang-ruang yang sering luput dari perhatian, menantang prasangka yang kita miliki, dan melihat keberagaman manusia dengan cara yang lebih terbuka dan berempati.
Trinity menelusuri batas-batas budaya dan keyakinan untuk menyingkap keberagaman manusia dari sisi yang tak terduga—mulai dari ibu-ibu yang nongkrong di kuburan Jakarta, pengalaman mondok di pesantren, seluk-beluk proses kremasi, hingga realitas imigran di negara Barat dan perjuangan misionaris Indonesia di Hutan Amazon Bolivia.
Ditulis dengan gaya khas Trinity yang jujur, tajam, dan apa adanya, 22 kisah dalam buku ini menantang prasangka dan mengajak kita melihat perbedaan dengan lebih berempati. Buku ini mungkin tak akan mengubah dunia, tetapi bisa mengubah cara kita memandangnya.
Latar Belakang:
Dalam beberapa tahun terakhir, traveling menjadi bagian yang semakin dekat dengan kehidupan banyak orang. Perjalanan sering dipandang sebagai cara untuk beristirahat dari rutinitas, mencari pengalaman baru, atau bahkan menjadi bentuk “healing” dari berbagai tekanan kehidupan sehari-hari. Bersamaan dengan itu, media sosial juga dipenuhi oleh berbagai rekomendasi destinasi, hidden gem, bucket list perjalanan, hingga konten yang menginspirasi orang untuk menjelajahi tempat-tempat baru.
Namun di tengah derasnya arus informasi tersebut, perjalanan kerap berfokus pada pertanyaan “ke mana kita harus pergi?” dibandingkan “apa yang bisa kita pelajari dari perjalanan itu sendiri?”. Tidak jarang, perjalanan berubah menjadi aktivitas untuk mengunjungi tempat-tempat yang sedang populer, mengumpulkan pengalaman, atau mengejar daftar destinasi yang dianggap layak disambangi.
Padahal, salah satu nilai terpenting dari sebuah perjalanan justru terletak pada perjumpaan. Perjumpaan dengan tempat yang berbeda, cara hidup yang berbeda, dan terutama manusia-manusia yang memiliki latar belakang, keyakinan, budaya, serta pengalaman hidup yang mungkin sangat jauh dari keseharian kita. Dalam perjumpaan-perjumpaan itulah, perjalanan sering kali mengajarkan sesuatu yang lebih dalam daripada sekadar melihat pemandangan baru.
Ketika seseorang berani keluar dari lingkungan yang familiar, ia juga sedang berhadapan dengan berbagai asumsi dan prasangka yang dimilikinya. Ia belajar menghadapi ketidakpastian, membuka diri terhadap perspektif yang berbeda, dan melihat bahwa kehidupan tidak selalu berjalan sesuai dengan cara pandang yang selama ini ia kenal. Dari sana, perjalanan dapat menjadi ruang untuk melatih rasa ingin tahu, empati, serta kemampuan untuk melihat tanpa terburu-buru menghakimi.
Dalam praktik mindfulness, kemampuan untuk hadir dengan keterbukaan dan non-judgement merupakan bagian penting dari cara kita berelasi dengan dunia. Semakin kita mampu melihat sesuatu sebagaimana adanya, semakin besar pula kesempatan untuk memahami orang lain maupun diri sendiri secara lebih utuh.
Melalui buku “Di Luar Radar: Kisah Keberagaman dari Kuburan Jakarta sampai Hutan Amazon”, Trinity mengajak pembaca memasuki berbagai ruang kehidupan yang jarang mendapat perhatian. Dengan keberanian untuk mendekati hal-hal yang asing dan rasa ingin tahu yang besar terhadap manusia, Trinity menghadirkan kisah-kisah yang menantang prasangka sekaligus memperluas cara pandang terhadap keberagaman.
Melalui sesi kolaborasi antara MyndfulAct dan Bentang Pustaka ini, peserta diajak mengeksplorasi pertanyaan: “What Travel Teaches Us About Ourselves?” Bersama Trinity, peserta akan merefleksikan bagaimana perjalanan dapat menjadi sarana untuk mengenali diri sendiri melalui perjumpaan dengan orang lain, belajar melihat keberagaman manusia tanpa prasangka, memahami perbedaan dengan lebih terbuka, serta menumbuhkan keberanian untuk melangkah ke luar dari radar kehidupan yang selama ini terasa nyaman dan familiar.