[Interactive Talks] Belajar dari Leluhur Nusantara: Kenapa Kita Mudah Kehilangan Arah?

Pembaharuan Terakhir Agustus 13, 2026
0 sudah terdaftar
Coming Soon Poster

Tentang Kelas Ini

Teman MyndfulAct yang berminat mengikuti acara ini, jangan lupa sign-in terlebih dahulu.

Catatan :

  • Link ini akan dibuka pada 15 menit sebelum dimulai. Mohon hadir tepat waktu ya teman2
  • Jika sudah mendekati waktunya silahkan bisa klik mulai kelas
  • Untuk password masuk zoom adalah MYNDFULACT

Belajar dari Leluhur Nusantara: Kenapa Kita Mudah Kehilangan Arah?

Bersama : Tunjung Dhimas Bintoro
Founder Suruh Nusantara

Kamis, 20 Agustus 2026, pukul 19:30 WIB

Setiap bulan Agustus, masyarakat Indonesia memperingati Hari Kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para pendahulu dalam membebaskan bangsa dari penjajahan. Namun, di balik makna kemerdekaan sebagai sebuah bangsa, terdapat pertanyaan lain yang tidak kalah penting untuk kita renungkan: apakah kita telah benar-benar merdeka sebagai manusia?

Di tengah kehidupan modern yang bergerak semakin cepat, tidak sedikit orang yang masih merasa terbelenggu oleh berbagai hal yang tidak terlihat. Pikiran yang terus berlari, kecemasan terhadap masa depan, dorongan untuk terus memenuhi ekspektasi, hingga kebiasaan hidup yang dijalani secara otomatis tanpa benar-benar disadari. Kita mungkin hidup di negara yang merdeka, tetapi belum tentu hidup dengan batin yang merdeka.

Kemerdekaan batin bukan berarti terbebas dari persoalan hidup. Sebaliknya, ia merupakan kemampuan untuk mengenali diri sendiri dengan lebih utuh, memahami apa yang menggerakkan pikiran dan tindakan kita, serta memiliki kebebasan untuk memilih bagaimana kita merespons kehidupan dengan lebih sadar.

Menariknya, pencarian akan kebebasan batin bukanlah sesuatu yang baru. Jauh sebelum berbagai pendekatan pengembangan diri dan mindfulness dikenal luas, masyarakat Nusantara telah mewariskan berbagai cara pandang mengenai bagaimana manusia hidup selaras dengan dirinya, dengan sesama, dengan alam, dan dengan kehidupan itu sendiri. Kebijaksanaan tersebut hadir melalui cerita rakyat, filosofi hidup, tata krama, simbol-simbol budaya, seni, pencak silat, hingga berbagai laku kehidupan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Sayangnya, di tengah derasnya arus globalisasi, tidak sedikit dari kita yang justru lebih akrab dengan berbagai filosofi dari luar dibandingkan memahami kebijaksanaan yang lahir dari tanah tempat kita sendiri berpijak. Padahal, nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga menawarkan cara pandang yang tetap relevan dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Melalui sesi ini, MyndfulAct mengajak peserta untuk melihat kembali kebijaksanaan Nusantara sebagai living wisdom—pengetahuan yang hidup, terus berkembang, dan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Bersama Tunjung Dhimas Bintoro, peserta akan diajak mengenal filosofi Jawa dan Kejawen sebagai sebuah way of life: bukan sebagai sesuatu yang eksklusif atau identik dengan praktik-praktik mistis, melainkan sebagai cara memahami manusia, kehidupan, serta hubungan yang harmonis dengan alam dan sesama.

Momentum Hari Kemerdekaan menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang terbebas dari penjajahan, tetapi juga tentang keberanian untuk mengenali akar budaya, memahami diri sendiri, dan menjalani kehidupan dengan kesadaran yang lebih utuh. Sebab, mungkin salah satu bentuk kemerdekaan yang paling mendasar adalah ketika manusia mampu berdamai dengan dirinya sendiri, hidup selaras dengan nilai-nilai yang diyakininya, dan kembali menemukan kebijaksanaan yang selama ini telah tumbuh di tanah tempat ia berpijak.

Kurikulum

[Interactive Talks] Belajar dari Leluhur Nusantara: Kenapa Kita Mudah Kehilangan Arah?

[Interactive Talks] Belajar dari Leluhur Nusantara: Kenapa Kita Mudah Kehilangan Arah?

Praktisi Anda

Myndful Admin

Praktisi

4.8/5
36 Courses
20 Ulasan
1510 Siswa
See more